Melihat Kawasan Wisata Alam Karangpara, Dulu Mempesona, Kini Merana

  • Whatsapp
Wisata
DULU RAMAI, KINI SEPI: Kawasan wisata alam Karangpara yang menyajikan pemandangan alam khas dataran tinggi yang selalu memukau wisatawan untuk berswafoto kini sepi selama pandemi Covid-19.

SUKABUMIWisata di Kabupaten Sukabumi benar-benar hancur akibat agresi pandemi Covid-19. Karena harus menuruti aturan protokol kesehatan, maka sangat banyak objek daya tarik wisata yang terpaksa tutup sehingga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD). Kondisi ini juga terjadi di kawasan wisata alam Karangpara.

Laporan: DENDI KOSWARA DIKUSUMAH, Sukabumi

Bacaan Lainnya

MEMPRIHANTINKAN. Narasi inilah yang dilontarkan Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita Diharja saat ditanya pewarta soal objek wisata alam unggulan yang berlokasi di wilayah Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Dulu, Karangpara menjadi primadona karena panorama alamnya yang mempesona. Tapi berbeda sekarang.

Sejak pandemi hadir, perputaran ekonomi di sekitar lokasi wisata turun drastis hingga nol. Warga setempat yang biasanya berjualan serta pengelola parkir dan kebersihan di dalam kawasan wisata alam Karangpara tak lagi mendapatkan pundi-pundi rupiah. Mereka lantas merana.

“Iya sudah dua tahun ini, pendapatan warga menurun dari kawasan wisata Karangpara. Apalagi, di masa PPKM seperti sekarang ini, kawasan wisata alam Karangpara telah ditutup karena dikhawatirkan dapat menjadi pemicu penyebaran virus corona,” kata Rasnita kepada Radar Sukabumi, Kamis (22/07).

Lebih lanjut Rasnita menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 ini, biasanya pendapatan Desa Kertarharja, Kecamatan Gunungguruh dari keberadaan objek wisata alam Karangpara ini, dalam satu bulannya bisa menghasilkan sampai Rp3 juta. Namun, saat ini tidak ada pemasukan sama sekali terhadap uang kas Desa Kebonmanggu.

“Jangankan untuk PAD Desa Kebonmanggu, untuk biaya kebersihan di kawasan wisata alam Karangpara saja, sudah kelabakan,” paparnya.

Meski demikian, pemerintah Desa Kebonmanggu berharap dengan diterapkannya PPKM Darurat yang saat ini diperpajang menjadi PPKM Level 3 hingga tanggal 25 Juli 2021 nanti, diharapkan masa pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir. Sehingga masyakakat di wilayah desa tersebut, dapat beraktivitas seperti sediakala.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi di Desa Kebonmanggu dapat pulih kembali,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *