KABUPATEN SUKABUMI

Longsor Putus Jalan Penghubung Dua Desa di Cibadak, Empat KK Mengungsi

×

Longsor Putus Jalan Penghubung Dua Desa di Cibadak, Empat KK Mengungsi

Sebarkan artikel ini
DITINJAU : Petugas Polsek Cibadak bersama warga saat meninjau lokasi longsor yang mengakibatkan jalan penghubung dua desa di Kecamatan Cibadak, nyaris putus pada Kamis (04/12) sore.
DITINJAU : Petugas Polsek Cibadak bersama warga saat meninjau lokasi longsor yang mengakibatkan jalan penghubung dua desa di Kecamatan Cibadak, nyaris putus pada Kamis (04/12) sore.

SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/12/2025) sore, memicu longsor hebat di Kampung Cibatu Hilir, RT 02/RW 011, Desa Sekarwangi. Akibatnya, jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tenjojaya dan Desa Sekarwangi amblas dan nyaris jalan total.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu juga mengancam permukiman warga di sekitar lereng. Satu rumah terdampak langsung, memaksa empat kepala keluarga (KK) mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Bank bjb Tandamata

“Longsoran cukup dalam dan meluas. Enam rumah lainnya juga terancam jika hujan kembali turun deras,” ujar tokoh masyarakat setempat, Pian Sopian (52).

Pian menyebut, retakan di badan jalan sudah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Namun hujan dengan durasi panjang mempercepat pergerakan tanah hingga menyebabkan longsor.

Selain mengganggu mobilitas warga, kejadian ini juga menimbulkan trauma bagi keluarga terdampak. Warga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan darurat dan penanganan teknis untuk mencegah longsor susulan.

Ketua RW 011, Suryadi, membenarkan bahwa empat KK telah dievakuasi. Ia juga menyoroti kondisi kontur tanah yang labil dan lokasi permukiman yang dekat dengan aliran air sebagai faktor risiko tinggi.

“Kami mohon BPBD dan Dinas PU segera menurunkan tim teknis untuk pemasangan bronjong dan perbaikan jalan. Jangan sampai ada korban jiwa,” tegasnya.

Warga juga meminta dilakukan pengecekan geologi di titik-titik rawan guna memastikan keamanan lingkungan tempat tinggal mereka menjelang musim hujan yang masih berlangsung.(den/d)