Saat melakukan penyisiran, sambung Ali, Tim Puslabfor Bereskrim Polri hanya menemukan besi pengikat daripada tabung yang gas CNG tersebut dengan jarak sekitar 700 meter dari radius atau jarak TKP. “Besi pengikat itu, kami temukan di sebuah kebun warga setempat dengan jarak 700 meter dari titik TKP. Jadi, satu tabung yang belum kita temukan,” paparnya.
Ketika disinggung mengenai penyebab dan kronologis terjadinya ledakan gas CNG tersebut, Ali mengaku belum bisa menjawab. Sebab, perkaranya kini masih dalam tahap proses penyelidikan. Bahkan, untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya mengaku tengah melakukan pemeriksaan di seputaran manajemen dari perusahaan gas CNG itu.
“Beberapa anggota kami, sudah melakukan pemeriksaan sekitar 3 orang dari PT. RGS. Jadi, kita juga harus lengkap dari tabung gas mana yang jadi pemicu ledakan tersebut,” imbuhnya.
“Bahkan, untuk mengetahui penyebab kematian dua korban di TKP, kita masih mempersiapkan dari Kramat Jati, untuk melakukan ekshumasi. Jadi, kita masih menghubungi dari pihak Dokes, nanti akan menyiapkan. Kalau memang bisa dari Kramat Jati siap, besok pagi rencananya akan kita ekshumasi kedua jasad korban,” pungkasnya. (Den)






