KABUPATEN SUKABUMI

Lapor, Jalan Pertigaan Pangleseran Cikembar Ancur

RADARSUKABUMI.com — Warga Kecamatan Cikembar dan pengguna lalu lintas, mengeluhkan kondisi ruas Jalan Raya Pelabuhan II, tepatnya mulai dari jalan pertigaan pasar tradisional panggeleseran, Desa Kertaraharja hingga ruas jalan pertigaan Cikembang, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar.

Kondisi jalan yang merupakan milik pemerintah Provinsi Jawa Barat ini, selain berlubang, juga banyak kerikil yang berserakan. Sehingga tak ayal dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Seorang warga Cibarengkok, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Yudisha (28) mengatakan, kondisi jalan rusak ini, sudah berlangsung lebih dari satu bulan terakhir.

Selain berpotensi kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan rusak tersebut juga telah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi warga.

“Bila tidak esktra hati-hati, pengendara banyak yang terjungkal karena melintasi jalan berlubang. Apalagi, saat musim hujan seperti ini hampir setiap hari kendaraan sepeda motor khususnya, pasti mengalami kecelakaan,” kata Yudisha kepada Radar Sukabumi, Selasa (9/6).

Kerusakan jalan ini, sambung Yudisha, diduga akibat banyaknya aktivitas kendaraan berat yang muatannya over load.

Terlebih lagi, intensitas curah hujan saat ini, juga telah menyebabkan badan jalan terendam air. Karena, tidak adanya pemeliharaan terkait saluran drainase yang ada disepanjang ruas jalan provinsi tersebut. “Kalau sedang hujan, badan jalan hampir dipenuhi air dari lintasi drainase. Makanya, jalan ini sering rusak,” paparnya.

Seorang sopir angkutan kota (Angkot) Trayek 19 Lembursitu – Cikembang, Asep Mahjudin (45) mengatakan, akibat kondisi jalan rusak ini, selain dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas, juga dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan.

“Hampir seluruh sopir angkot mengeluhkan jalan rusak ini. Selain jarak tempuh yang jadi lama, kondisi jalan tersebut bisa merusak suku cadang dan karoseri kendaraan,” katanya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, warga sekitar telah berinisiatif menutupi jalan berlubang itu menggunakan batu dan sirtu.

Untuk itu, warga dan pengguna lalu lintas berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi jalan ini.

“Apabila tidak segera di perbaiki, maka selain dapat mengancam keselamatan juga berdampak pada faktor ekonomi warga,” pungaksnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button