Dedih memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp100 juta. Untuk sementara, korban harus mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu bantuan dan proses pemulihan. “Saat ini, pemerintah desa bersama unsur terkait melakukan pendataan, membantu evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan, serta meminta keterangan saksi guna mendukung penyelidikan penyebab kebakaran,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah. “Ini langkah sederhana, namun penting untuk mencegah terulangnya musibah serupa yang bisa menghanguskan harta benda bahkan mengancam keselamatan jiwa,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti munculnya api.(ndi/d)





