Kitab Ajengan Sunda Dipamerkan pada Muskercab NU Sukabumi

  • Whatsapp
Kitab ajengan Sunda yang dipamerkan pada Muskercab PCNU Sukabumi. (Foto: NU Online/dok)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ada hal menarik dalam gelaran Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I yang digelar Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan yang dilangsungkan di Kantor PCNU di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, pada 20-22 September diawali dengan pameran kitab karya ajengan-ajengan Sunda yang ditempatkan di stan-stan.

Di antara kitab-kitab yang dipamerkan adalah karya Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi yaitu Qawaidul Ushul atau Mukhtashar Ushul Fiqh yang diambil dari kitab Jam’ul Jawani, Aurad Surat Al-Waqiah dan surat-surat pilihan yang diambil dari kitab Irsyad, serta Istinzalurrohmah yang berisi fadilah dan keutamaan doa-doa sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Kitab-kitab tersebut merupakan bahan ajar untuk santri-santri yang didirikan Ajengan Mudrikah di Pondok Pesantren Siqoyaturrohmah, Selabintana.

Kitab-kitab lain yang dipamerkan adalah terjemahan kitab-kitab kuning ke dalam bahasa Sunda oleh ajengan Pesantren Assalafiyah Babakan Tipar, Cisaat, yakni KH Ahmad Makki sebanyak 180 kitab. KH Ahmad Makki merupakan salah seorang Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi.

Pondok Pesantren Al-Itishom dari Kabupaten Cianjur turut serta dalam kegiatan tersebut dengan memamerkan buku-buku kajian keagamaan dan terjemahan kitab-kitab kuning.

Tak hanya karya tulis, Pondok Pesantren Darrussyifa Alfitroh memamerkan pakaian seperti rompi, kopi coffesyifa, air minum Lapida, yaitu air dalam kemasan dalam botol dan gelas, sabun cair, pembersih lantai, gelas dan mug, dan makanan ringan lainnya. benda-benda tersebut merupakan buah karya santri pesantren yang diasuh Katib PCNU Kabupaten Sukabumi KH ES Mubarok.

Menurut Ketua Panitia Muskercab KH Ridwan Subagya, PCNU melalui Lembaga Taklif wan Nasyir tengah menyisir karya ajengan-ajengan di Kabupaten Sukabuami.

Menurut dia, dokumentasi karya ajengan belum tergarap dengan sisitematis. Dengan memamerkannya ke publik merupakan momentum pembelajaran untuk menginventarisasi dan sekaligus mensosialisasikannya.

“Banyak sekali karya-karya ulama Sukabumi yang semestinya kita ketahui dan kita kenalkan kepada warga NU khususnya, dan kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

Badan otonom dan lembaga NU tak ketinggalan dalam pameran tersebut, di stan Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz NU Kabupaten Sukabumi misalnya, terdapat pakaian jadi. Di stan Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) ada beras premium yang dikemas per 2 kilogram, yoghurt dalam botol kemasan, keripik pisang dan juga hasil bumi lainnya.

Pameran tersebut juga diikuti warga NU secara perorangan, di antaranya warga Cibitung yang memamerkan kopi caproek.

(nuonline/izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *