Evaluasi telah dilakukan dari tingkat kabupaten hingga pusat. Hasilnya menjadi acuan penyesuaian pendekatan kebijakan di lapangan. Tim Kemenag juga telah turun langsung memberikan edukasi tentang regulasi kehidupan beragama dan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.
“Konflik sering dipicu kesalahpahaman akibat minimnya pemahaman masyarakat. Ke depan, kami akan tingkatkan sosialisasi hingga ke lapisan masyarakat bawah,” paparnya.
Deddy berharap masyarakat dapat belajar dari masa lalu dan membangun kedewasaan sosial agar keharmonisan tidak bergantung pada intervensi eksternal.
“Merawat keberagaman adalah tugas bersama. Dengan semangat moderasi beragama, kita bisa menjaga keutuhan bangsa dari level keluarga hingga komunitas lokal,” tutupnya.(den/d)






