Kasus Penganiayaan di Cibadak Sukabumi, Berujung Restorative Justice 

Restorative Justice Sukabumi
Kejari Kabupaten Sukabumi, Siju saat melakukan RJ terhadap kasus penganiayaan yang dilakukan FJ terhadap B

SUKABUMI – Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi melalui bidang Tindak Pidana Umum telah menghentikan perkara penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku FJ kepada korban berinisial B melalui program Restorative Justice (RJ), di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Informasi dihimpun, proses tersebut ditandai dengan diterbitkan Surat Ketetapan Penyelesaian Perkara (SKPP) berinisial FJ, berdasarkan keadilan restorative oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Siju kepada Radar Sukabumi mengatakan, kegiatan ini telah melalui beberapakali tahapan, yang bermula adanya laporan. Bahwa tersangka telah melakukan penganiayaan sebagaimana melanggar unsur Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

“Tersangka telah melakukan pemukulan terhadap korban berinisial B sebanyak satu kali di TKP Kampung Ciheulangtonggoh, Kecamatan Cibadak,” kata Siju kepada Radar Sukabumi pada Kamis (21/09).

Akibatnya, korban berinisial B mendapat luka lecet dibagian pipi sebelah kanan. Namun luka tersebut tidak menyebabkan atau menghalangi korban untuk melaksanakan aktivitasnya.

Dalam proses pelaksanaan Restorative Justice ini, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi selaku fasilitator, telah melakukan upaya perdamaian antara korban dan tersangka, dengan disaksikan oleh Camat Cibadak, Kepala Desa Ciheulangtonggoh, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sejumlah pejabat utama Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi beserta penyidik dari Polsek Cibadak. “Alhamdulillah korban dan tersangka sepakat berdamai tanpa sarat,” ujarnya.

Kedua belah pihak, sambung Siju, akhirnya menandatangani berita acara kesepakatan perdamaian, dan kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut. Atas dasar kesepakatan tersebut, akhirnya Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, telah mengusulkan secara berjenjang Persetujuan Penyelesaian Perkara (PPP) melalui keadilan Restorative Justice (RJ), dengan melalui expos dihadapan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, sehingga diproleh Persetujuan Penyelesaian Perkara (PPP) melalui Keadilan Restorative Justice (RJ). “Kemudian perkara tersebut dihentikan proses penuntutannya,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *