Saat wartawan koran ini hendak melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan atas insiden ini, pihak perusahaan tidak ada yang mau memberikan pernyataan apapun kepada awak media.
Di tempat terpisah, anak kandung korban, Nur Afiani Dewi (26) mengatakan, korban bekerja di PT Wanshida sebagai seorang tekhnisi. “Saya minta pihak perusahaan bertanggung jawab atas kepulangan orang tua saya. Karena bagaimana pun, bapak meninggal saat bekerja,” timpalnya.
Nur mengaku, pada sore hari setelah pemekaman, pihak perusahaan sempat datang ke rumah dan memberikan uang sebesar Rp5 juta untuk biaya penguburan. Bahkan, pihak perusahaan menjanjikan kepada keluarganya, akan menanggung semua biaya.
“Seperti akan membiayai kematian sampai 40 harinya, mereka juga siap akan membiayai pendidikan anak korban hingga selesai. Tapi gak tahu ke depannya seperti apa,” jelas Nur saat disambangi Radar Sukabumi di rumah duka.
Lebih lanjut Nur menjelaskan, Acun merupakan sosok seorang ayah yang bertanggung jawab dan mejadi tulang punggung keluarga selama ini. Untuk itu, ia menuntut atas hak kematian orang tuanya yang tewas saat bekerja di perusahaan tersebut.
“Ayah saya meninggal saat bekerja di perusahaan itu, ia meninggalkan satu orang istri dan lima orang anak, tiga diantaranya masih sekolah,” bebernya. (cr3)





