Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Sukabumi, Dana Budiman membantah jika ia melakukan pencitraan. Ia mengaku aksi yang dilakukannya itu spontanitas. Sebab, dirinya merasa turut bertanggungjawab atas kelancaran arus lalu lintas para wisatawan yang hendak melaju ke arah Palabuhanratu.
“Saya spontan mengatur lalu lintas, dengan niat membantu wisatawan yang akan berkunjung ke Palabuhanratu atau Geopark dari kemacetan. Gak ada niat pencitraan,” kilahnya.
Soal berbagai komentar di media sosial tentang aksinya, pria berkacamata itu mengaku tidak mengetahui secara detail. Ia hanya menegaskan, aksinya itu bukan sebauh bentuk pencitraan ataupun sebagai upaya pengalihan isu tolgate.
“Komentarnya memang seperti apa? Saya tidak mengetahuinya. Yang jelas, itu aksi spontan, memang saat itu saya berniat ke Palabuhanratu mengecek kondisi wisatawan, karena melihat di simpang ratu itu macet, saya berinisiatif turun membantu melancarkan. Paling hanya 10 menit, setelah lancar saya lanjutkan perjalanan. Selain itu tidak ada lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik akun Pri SitiAlex mengaku, postingan video durasi pendek dan foto itu diakuinya sebagai rasa simpati dan apresisiasi terhadap aksi pejabat yang turun langsung mengatur arus lalu lintas.
“Memang kebetulan saya lagi di lokasi itu. Sekitar pukul 06:00 WIB, Kadispar turun dari mobilnya dan langsung berupaya mengatur arus lalu lintas di simpang ratu. Tidak ada niat apapun, hanya saja saya apresiasi aksi beliau, bahkan sebelumnya saya tidak mengetahui bahwa itu adalah Kadispar Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya. (Cr15/d)





