SUKABUMI – Kasus gizi burun yang menimpa seorang bayi bernama Muhammad Risky Al Fajri, berusia 1 tahun 7 bulan asal warga Kampung Babakan, RT 03/RW 08, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, telah menyita perhatian semua kalangan.
Meski bayi tersebut, kondisi kesehatannya sudah berangsur membaik, pasca mendapatkan perawatan yang intensif dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, namun untuk mengantisipasi kasus serupa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, khususnya warga yang mempunyai batita atau balita dengan kondisi berat badan kurang, disarankan agar segera membawanya dan berkonsultasi untuk memeriksa anaknya tersebut, ke sarana atau pelayanan kesehatan terdekat.
Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi kepada Radar Sukabumi. Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya gizi buruk, khususnya terhadap anak, ia meminta kerjasamanya dengan semua pihak, khususnya kepada orangtua yang memiliki bayi, untuk mengikuti anjuran pemerintah.
Salah satunya, selalu mengecek kesehatan dan perkembangannya ke setiap posyandu yang ada di wilayahnya masing-masing sesuai dengan jadwal dan waktu yang sudah ditentukan.
“Ya, jangan sampai kejadian seperti kemarin. Itu, saya membaca berita di media, bayi asal Cikembar mengalami gizi buruk dan di bawa oleh Anggota DPRD terpilih Kota Sukabumi, tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu dengan aparat setempat,” kata Agus kepada Radar Sukabumi pada Senin (22/07).
Meskipun dermawan tersebut mempunyai niat baik membantu warga Cikembar, sambung Agus, namun demikian, alangkah baiknya berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau Puskesmas setempat.
“Jadi tidak langsung di bawa ke UOBK RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, hal itu disebabkan karena kondisi saat ini banyak terjadinya pelayanan kesehatan yang tidak bisa tercover atau klaim oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan Status UHC Cu of PBPU/BP Pemerintah Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Sebab itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah mengeluarkan surat edaran imbauan bagi seluruh Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, untuk memprioritaskan jika ada warga yang sakit, agar segera dibawa ke RSUD yang ada diwilayah Kabupaten Sukabumi.
“Untuk meniadi rujukan dalam penangan pasien yang diuraikan, bertujuan untuk memudahkan koordinasi dan penanganannya secara terintegrasi dan diseusiakan dengan kondisi pasien,” pungkasnya. (Den)






