KABUPATEN SUKABUMI

Jembatan Diterjang Banjir, Guru Hamil 7 Bulan dan Siswa Menantang Derasnya Sungai Cikaso 

×

Jembatan Diterjang Banjir, Guru Hamil 7 Bulan dan Siswa Menantang Derasnya Sungai Cikaso 

Sebarkan artikel ini
BERTARUH NYAWA : Sejumlah siswa SDN Cibadak, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, harus rela bertaruh nyawa saat menyebrangi sungai Cikaso.
BERTARUH NYAWA : Sejumlah siswa SDN Cibadak, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, harus rela bertaruh nyawa saat menyebrangi sungai Cikaso.

“Semoga pemerintah bisa meninjau secara langsung ke lapangan dan segera membuatkan jembatan permanen di sini,” tandasnya.

Bank bjb Tandamata

Sementara itu, Putri yang merupakan salah seorang siswi kelas V di Madrasah Diniyah (MD) Miftahul Falah, tepatnya di Kampung Pamoyanan, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, telah menceritakan perjuangannya setiap hari bersama teman-temannya yang berasal dari Kampung Cigirang, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, terpaksa kembali menyeberangi Sungai Cikaso, sejak jembatan satu-satunya hanyut terbawa arus sungai.

Meski usianya masih belia, ia harus menghadapi derasnya arus sungai demi menuntut ilmu. “Nyebrang sungai, Karena jembatannya terbawa arus. Alhamdulillah kalau gak hujan bisa sekolah, tapi kalau hujan ya nunggu di rumah,” kata Putri.

Putri mengaku khawatir setiap kali harus menyeberangi sungai, apalagi saat hujan deras turun. Ia takut tidak bisa pulang ke rumah dengan selamat. Biasanya, jika kondisi memburuk, orang tuanya terpaksa mengantarnya hingga ke seberang sungai untuk memastikan keselamatannya. “Kalau hujan, khawatir, takut gak bisa pulang,” ujarnya lirih.

Di tengah keterbatasan itu, Putri dan teman-temannya tetap bersemangat untuk bersekolah. Namun, ia berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan yang hanyut terbawa banjir.