“Saya sudah melaporkan peristiwa ini pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan Kabupaten Sukabumi melalui proposal. Bahkan, petugasnya langusng datang untuk meninjau lokasi jembatan yang putus. Tetapi, saya heran hingga saat ini bantuan jembatan putus tersebut tidak di perbaiki,” ujarnya.
Kapolsek Jampangtengah, AKP Samsuri mengatakan, pihak kepolisian sengaja bekerjasama dengan warga Kedusunan Cinunjang untuk pembuatan jembatan sasak yang terbuat dari bambu. “Jembatan ini, kondisinya kian memprihantinkan. Selain licin badan jembatan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa. Untuk itu, kami berinisiatif bersama warga untuk memperbaiki jembatan dengan peralatan seadanya,” timpalnya.
Menurut Samsuri, apabila musim hujan, mayoritas warga di Kedusunan Cinunjang tidak bisa melintas jembatan tersebut. Lantaran kondisi jembatan sangat licin. Supaya bisa beraktivitas, warga terpaksa harus melintasi bukit dengan jalan yang terjal dan licin dan tentunya mengancam keselamatan warga.
“Semoga ada bantuan secepatnya untuk membangun jembatan permanen. Kasian warga di sini setiap harinya harus melintas jembatan bambu dan mengancam keselamatn warga. Apalagi jika musim hujan, badan jembatan selain licin juga dikhawatirkan dapat diterjang kembali oleh banjir,” pungkasnya. (cr13/d)





