CIKAKAK – Acara jalan santai dan senam asyik dalam rangka kampanye Pilkada serentak 2024 yang digelar pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukabumi Iyos – Zainul dan dihadiri calon gubernur jabar Kang Dedi Mulyadi pada Minggu (27/10) sempat diwarnai kericuhan.
Bahkan peristiwa ini sampai ramai dibicarakan di media sosial dan aplikasi perpesanan, dimana dalam video yang beredar ada ketegangan melibatkan salah satu peserta yang mengamuk ke depan panggung acara saat panitia membagikan hadiah.
Menyikapi hal tersebut, Empang Sopiandi selaku ketua Panitia acara, menyampaikan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut. Hal itu karena sebagai warga negara Indonesia adalah negara hukum, dan dalam konteks Pilkada pun sudah ada aturan yang harus diikuti.
“Terkait insiden terakhir di detik-detik akhir acara, kita adalah negara hukum, kita sudah diatur oleh aturan dalam hal Pilkada atau kampanye, kita akan menempuh jalur hukum tentang yang insiden yang kemarin tentunya kita nanti siang akan melaporkan langsung atas kejadian yang kemarin agar rakyat semua tau terang benderang tentang kejadian ini, agar tidak menghakimi teman-teman panitia maupun yang lain,” ungkap Empang.
Empang menduga, ketegangan yang terjadi dipicu oleh keinginan peserta untuk mendapatkan hadiah, dengan banyaknya hadiah yang disediakan membuat beberapa peserta kecewa saat tidak kebagian.
“Kelihatannya pemicunya dengan hadiah yang banyak, terus dia dari pagi menunggu, orang lain dapat, terus dia tidak dapat, saya lihat itu ingin hadiahnya diberikan, dibagikan, kelihatan itu yang jadi pemicunya,” jelasnya.
Adapun terkait distribusi hadiah, Empang mengakui bahwa panitia memiliki aturan ketat agar satu nomor kupon hanya dapat memenangkan satu hadiah dan setiap kupon berisi tujuh digit angka, untuk itu Ia menekankan jika ditemukan kupon dengan delapan digit, maka itu adalah kesalahan teknis yang akan segera ditangani oleh tim pencatat di kepanitiaan.
“Kita punya aturan main dan jadwal waktu, memang betul terjadi ada beberapa hadiah dengan habis waktu itu yang tidak bisa terbagikan, kita selaku panitia profesional,” terangnya.
“Panitia ini diberi amanat oleh dewan penasehat, tentunya hadiah yang ada kita inventarisir kembali dan kita dikumpulkan dan diberitahukan kepada yang memberi amanat hadiah tadi,” imbuhnya.
Masih kata Empang Sopiandi, adapun untuk persoalan kupon ada satu nomor dapat dua hadiah, itu tidak menjadi aturan main dari panitia, dan hal itu tidak ada, namun jika ada salah pencatatan dengan adanya kupon peserta yang dicatat pemenangnya misal peserta A, dan ternyata saat pemenang tersebut naik ke panggung, dalam tim pencatat kupon angkanya menjadi nambah.
“Saya rasa ini sedang diselidiki kalau itu memang ada, kita sudah sudah jelaskan semua bahwa kupon yang kita miliki ini 7 digit,” paparnya.
“Jadi kalau ada yang nambah satu nomor berarti kan 8 digit, kita sudah upaya kepada yang dianggap kuponnya mendapat hadiah mendekat ke panggung dan langsung tim pencatat memberikan data-datanya, saya rasa kalau memang ada kesalahan dalam pencatatan tinggal nanti bagaimana dengan peserta yang dapat,” sambungnya.
Sementara, kata Empang lagi, untuk kupon parkir yang ramai diperbincangkan di media sosial, panitia menghadapi kendala dengan membludaknya peserta hingga memenuhi area Taman Wisata Alam (TWA) Kehutanan yang tidak disewa oleh pihak panitia.
“Kami menyewa area di Karangnaya SBH. Namun, karena peserta terlalu banyak, beberapa masuk ke TWA Kehutanan, yang menyebabkan adanya biaya tambahan parkir. Di area yang kami sewa, panitia tidak mengenakan biaya parkir,” tegas Empang.
Kemudian, kata Empang lagi, bagi peserta yang belum sempat menukar hadiah, panitia memberikan batas waktu hingga tiga hari untuk klaim dengan membawa kupon asli ke Rumah Aspirasi.
“Jika dalam tiga hari hadiah tidak diambil, kami akan menyerahkannya kepada anak yatim di desa-desa terdekat sesuai hasil kajian panitia, misalkan ke anak yatim di desa ini yang kebetulan pada waktu acara ingin hadir tapi dia tidak mendapatkan hadiah,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Empang mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dalam menyukseskan acara jalan sehat dan senam asik tersebut yang dihadiri berdasarkan catatan dilapangan sekitar 25.000 hingga 30.000 peserta.
Selaku ketua panitia Ia terus memantau dan mengevaluasi baik dari penyebaran kupon awal, seksi-seksi yang sudah jelas yang terbentuk di kepanitiaan itu berjalan dengan baik.
“Kemarin saya melihat acara dari awal sampai akhir, baik star maupun finis berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Ndi)






