Okih menjelaskan, akibat irigasi jebol ini bisa mengakibatkan gagal panen padi khususnya di dua desa yakni, Desa Cikarang dan Desa Karang Mekar Kecamatan Jampangkulon.
“Irigasi ini mengairi seluas 10.000 hektare sawah di dua kecamatan yakni, Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Jampangkulon,” paparnya.
Sejauh ini, sambung Okih, petugas sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan lantaran akan berdampak besar terhadap petanian di dua kecanatan tersebut.
“Persoalan ini perlu segera ditangani agar tidak berdampak kepada para petani yang mengandalkan pengairan dari irigasi tersebut,” imbuhnya.
Okih menghimbau, pada musim hujan saat ini masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi bencana alam yang kerap terjadi, seperti longsor, banjir dan bencana alam lainnya.
“Jika terjadi bencana diminta masyarakat bisa segera melaporkannya kepada pemerintah setempat,” pungkasnya. (bam/d)






