Pengurus Mitra Air Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Duduh (48) mengatakan, di wilayah Kecamatan Gunungguruh ini, terdapat 514 hektare sawah yang dialiri oleh irigasi Cipeundey.
Karena, banyak pendangkalan dan kebocoran di sepanjang saluran irigasi ini, sehingga berdampak terhadap lahan petanian warga tidak bisa tanami padi lantaran mengering. Apabila musim hujan, para petani masih bisa bercocok tanam. “Apalagi untuk Desa Sirnaresmi, bila kemarau pasti tidak akan kebagian air,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Desa Sirnaresmi ini memiliki lahan pesawahan seluas 117 hektare. Namun lahan pertanian yang teraliri oleh air dari saluran irigasi Cipeundey hanya seluas 97 hektare.
Untuk itu, agar para petani bisa mendapatkan air, ia sebagai mitra air telah mengantisipasinya dengan cara bergiliran. Sebab itu, ia berharap kepada pemerintah agar ada pembangunan normalisasi saluran irigasi. Sehingga air dapat mengalir ke seluruh lahan pertanian di wilayah Desa Sirnaresmi secara maksimal.
“Saluran irigasi ini idealnya harus memiliki lebar 4 meter. Namun karena ada penyempitan, maka saat ini lebar saluran air hanya satu meter. Tidak heran jika musim hujan seperti saat ini, banyak lahan pertanian yang terendam air akibat luapan dari saluran irigasi,” pungkasnya. (cr13/d)



