Kakek Berkumis Cabuli Siswi SD di Nagrak

  • Whatsapp
Pelaku pencabulan berinisial BS saat diamankan polisi

NAGRAK – Sungguh biadab apa yang dilakukan BS terhadap RR. Pria paruh baya asal Kampung Telum Agung RT 002/005, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupanten Sukabumi diduga telah melakukan tindakan asusila kepada anak di bawah umur. Walhasil, tersangka harus berurusan dengan kepolisian.

Satuan Reserse Unit Polsek Nagrak, Polres Sukabumi menangkap kakek berkumis tersebut, Minggu (22/11/20). BS ditangkap jajaran unit reskrim Polsek Nagrak di Kampung Telum Agung RT 002/005, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupanten Sukabumi sekira pukul 16.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Nagrak, Iptu Teddi Armayadi mengungkapkan, penagkapan pria paruh baya itu bermula dari laporan orangtua korban. Dari pengakuan tersebut, sang anak dilaporkan telah mengalami tindakan senonoh dari pelaku.

“Saya menerima laporan dari orang tua korban bahwa telah terjadi pencabulan terhadap anak kandungnya, usia korban yang masih di bawah umur. Kemudian setelah itu, Kami besama anggota langsung menuju rumah yang diduga pelaku untuk mengamankan dan dimintai keterangan dan setelah itu pelaku mengakuinya,” ungkapnya, Jumat (27/11/2020).

Sesuai laporan dengan No LP/B/85/2020/Jbr/Res Smi/Sek Nagrak tgl 22 nopember 2020 disebutkan, pada hari dan tanggal serta ada tahun 2013 sekira jam 12.00 WIB, telah terjadi pencabulan dan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur inisial RR yang dilakukan pelaku BS yang merupakan tetangga rumah korban.

“Sesuai pelaporan, modus pelaku dengan setiap kali kejadian dengan cara pelaku memangil korban masuk kedalam rumahnya pelaku dengan pelaku berpura pura ingin memangku korban sehinga pada akhirnya pelaku duduk di kursi sofa yang pada akhirnya tersangka melakukan tindakan asusila,” paparnya.

Pelaku meminta kepada korban tidak memberitahukan kepada keluarganya. Namun kurang lebih tujuh tahun setelah korban beranjak dewasa kemudian korban mengadukanya kepada keluarganya bahwa korban sewaktu masih duduk di bangku sekolah SD.

“Setelah si korban menceritakan kisah kelamnya kepada orangtua, akhirnya karena kesal orang tua melaporkannya kepada kami (kepolisian,red),” pungkasnya. (upi/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *