Marwan menilai, selama gudang beras dikuasai oleh pihak swasta, harga beras di pasaran akan sulit ditekan. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Sukabumi berencana akan membangun tiga gudang beras dengan tujuan dapat menjadi sebuah solusi untuk menurunkan harga beras di pasaran.
“Saat ini, baru ada satu gudang beras yang ada di Kecamatan Jampangkulon.Untuk itu, Kabupaten Sukabumi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat, akan terus memperbesar gudang beras di wilayah Jampangkulon dan membangun gudang central di wilayah Ciwaru. Sehingga siklus beras di Kabupatn Sukabumi tidak kekurangan setiap tahunnya. Jangan sampai seperti saat ini, beras bagus dijual ke luar daerah. Sementara beras kualitas jelek dikonsumsi oleh warga. Contohnya saja, beberapa waktu terakhir, di Ciwaru beras rakyat miskin (Raskin) telah diberikan kepada warga dengan kualitas tidak layak dikonsumsi,” bebernya.
Sementara itu, seorang pedagang beras di kios pasar tradisional Panggeleseran, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Dasep (41) warga Kampung Cisalak, Desa Parakanlima mengatakan, harga beras kualitas premium saat ini berada dikisaran Rp10 ribu per liternya.
“Sebelumnya harga beras jenis Ciherang harganya Rp8.500 perliter. Karena pasokan dari petani minim, maka harganya merangkak naik sekitar 5 persen dari harga sebelumnya. Memang saat ini, para petani tengah melakukan panen raya, namun hasil panennya belum masuk ke tengkulak padi. Sehingga harga berasnya masih tinggi,” pungkasnya.
(cr13/d)





