Meski capaian pembangunan diapresiasi, Asep Japar tetap rendah hati. Ia menyadari ekspektasi masyarakat Sukabumi sangat besar. “Apa yang kami kerjakan memang masih jauh dari harapan semua pihak. Tapi semangat membangun Kabupaten Sukabumi tidak akan pernah luntur,” tuturnya sebelum tausyiah agama menutup acara.
Kegiatan ini menjadi potret kepemimpinan yang berusaha menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan sentuhan spiritual dan kemanusiaan. Ramadan di Gunungguruh bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang harapan, doa, dan kerja nyata untuk Sukabumi yang lebih berkah.(den/d)






