SUKABUMI — Gema selawat mengiringi langkah Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan Wakil Bupati Andreas saat memasuki Masjid Jami Al-Muhajirin, Kampung Ciburial. Suasana Ramadan 1447 Hijriah terasa hangat, bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi atas satu tahun kepemimpinan yang berlandaskan visi Mubarakah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.
Dalam sambutannya, Asep Japar menegaskan fokus utama pemerintah daerah pada pemulihan ekonomi dan penguatan jaring pengaman sosial. “Alhamdulillah, jumlah penduduk miskin berhasil kita tekan hingga 6,41 persen,” ujarnya. Peningkatan kesejahteraan juga didorong melalui kenaikan UMK, menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan global.
Tak hanya pembangunan fisik, Pemkab Sukabumi menaruh perhatian besar pada kualitas manusia. Program beasiswa di Universitas Nusa Putra dan UMMI membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Sementara itu, persoalan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan hunian bagi penyintas bencana ditangani melalui pembangunan hunian tetap (Huntap) di Palabuhanratu dan Gegerbitung.
Muhibah Ramadan kali ini terasa lebih istimewa. Selain bazar sembako murah yang digelar sejak pagi, Pemkab memberikan hadiah umroh bagi warga yang beruntung. “Kami ingin hubungan pemerintah dan rakyat tidak berjarak. Aspirasi didengar langsung, bantuan disalurkan tepat sasaran,” jelas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Boyke Martadinata.






