Geologi Segera Kaji Tanah Cicadas

FOTO : FOR RADAR SUKABUMI EVAKUASI: Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi, saat membuat tenda darurat di lokasi SDN Bojong, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolo, untuk evakuasi warga yang terdampak pergerakan tanah.

RADARSUKABUMI.com –┬áCISOLOK – Pasca pergerakan tanah terjadi di Kampung Bojong, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok beberapa hari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi akan melakukan kajian bersama dengan Badan Geologi Jawa Barat. Kajian ini nantinya akan menjadi dasar Pemda untuk merelokasi warga terdampak.

Seperti diketahui, pada pekan lalu ratusan warga Kampung Bojong, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok terpaksa diungsikan karena tebing yang tidak jauh dengan pemukiman warga mengalami pergerakan. Upaya evakuasi ini sebagai bentuk antisipasi pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mencegah adanya korban jiwa seperti di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.

Bacaan Lainnya

“Evakuasi yang dilakukan saat ini merupakan penanganan awal untuk mengurangi resiko bencana. Kami tidak ingin, kejadian di Sirnaresmi kembali terjadi,” ujar Bupati Sukabumi, Marwan Hamami kepada Radar Sukabumi, kemarin,

Marwan menyebutkan, seluruh warga yang terdampak pergerakan tanag telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Namun demikian, orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini mengaku belum menentukan lahan untuk relokasi ratusan warga itu. “Belum ditentukan. Kami akan meminta Badan Geologi untuk mengkajinya terlebih dahulu. Karena mereka ini lebih tahu labil atau tidaknya kontur tanah,” imbuhnya.

Mengingat saat ini hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi, Marwan mengaku sampai sekarang terus mensosialisasikan kewaspadaan kepada masyarakat. lagi-lagi ia menyebut tidak ingin peristiwa longsor maut di Cisolok kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Saya berharap masyarakat bisa memahami betul soal bencana. Karena, sudah jelas daearah longsor itu berada di daerah kemiringan, namun kebiasaan hidup mereka susah untuk dievakuasi. Jadi, pekerjaan kita sebenarnya bagaimana memberikan keyakinan kepada mereka, bahwa tinggal di tempat seperti itu sangat berbahaya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *