SUKABUMI — Sabtu itu, langit Bantargadung tampak mendung. Di Kampung Cijambe, tanah yang bergerak perlahan telah memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka. Namun, di tengah ketidakpastian, berdiri enam tenda keluarga yang baru saja dipasang oleh BPBD Kabupaten Sukabumi.
Tenda-tenda itu bukan sekadar kain dan tiang. Ia adalah simbol perlindungan, ruang aman bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal. Empat tenda lain disiagakan di kantor desa, siap dipasang bila kebutuhan bertambah. Sementara sebagian warga memilih mengungsi ke rumah sanak saudara atau menyewa kontrakan, tenda-tenda ini menjadi pilihan bagi mereka yang tak punya alternatif.
Di balik pemasangan tenda, ada wajah-wajah yang bekerja tanpa lelah: Beki Supriatna, Rengga Manggala, Saepuloh, dan Sihabudin dari P2BK. Mereka bukan sekadar petugas, melainkan penjaga harapan. Dengan tangan yang cekatan, mereka memastikan setiap tiang berdiri kokoh, setiap tali terikat kuat.
“Salam tangguh, salam kemanusiaan,” begitu pesan yang mereka sampaikan. Kalimat sederhana itu mencerminkan semangat yang lebih besar: bahwa di tengah bencana, solidaritas dan kepedulian adalah kekuatan utama.






