“Beberapa waktu lalu saya pernah menemukan celana dalam pria di sini. Temuan ini semakin memperkuat kecurigaan kami soal gedung ini sering dijadikan tempat maksiat,” ujar Wandi (29), warga Kampung Cikembang, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar.
Selain itu, Wandi juga menyebutkan karena minimnya pengawasan, sejumlah bangunan di kawasan Pusbangdai ini juga sering didatangi pasangan muda-mudi pada sore hingga malam hari. Dengan ditemukannya beberapa bukti atas perbuatan yang tidak baik, Wandi pun berharap bangunan itu segera difungsikan.
“Risih sudah pasti ketika melihat perilaku mereka. Menyelahgunakan tempat yang diperuntukan bagi kepentingan umat ini,” pungkasnya.
Pada beberapa waktu lalu, Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi, Daden Sukendar mengaku, belum adanya listrik dan air menjadi alasan gedung tersebut belum digunakan. Ia pun menyadari, pihaknya merasa senang saat beberapa tahun lalu mendapat gedung dari Kemenag Pusat.
“Harapannya dari pemerintah daerah mendapatkannya. Tapi sayang, keburu gedung itu bagian dalamnya hancur dan memprihatinkan. Padahal kami sangat membutuhkan gedung itu untuk koordinasi, tapi mungkin belum menjadi prioritas pemerintah daerah,” singkatnya. (cr13/t)




