KABUPATEN SUKABUMI

Evaluator UNESCO Apresiasi Kemajuan Geopark Ciletuh Palabuhanratu

×

Evaluator UNESCO Apresiasi Kemajuan Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Sebarkan artikel ini
DISAMBUT: Bupati Sukabumi Asep Japar saat menyambut kunjungan evaluasi UGGp di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (30/6).

SUKABUMI – Upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga dan mengembangkan kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) mendapat apresiasi tinggi dari tim evaluator UNESCO.

Salah satu evaluator asal Tiongkok, Zhang Chenggong, memuji keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil revalidasi sebelumnya.

Bank bjb Tandamata

“Dari 18 rekomendasi pada revalidasi pertama, kini hanya tersisa tiga. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dan kerja keras dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi,” ujar Zhang saat kunjungan evaluasi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Senin (30/6).

Zhang juga menyoroti keindahan dan keunikan kawasan geopark yang memiliki kekayaan warisan geologi luar biasa. Ia menegaskan bahwa peran tim evaluator bukan untuk menilai baik atau buruk, melainkan membantu kawasan geopark berkembang lebih baik.

“Kami datang bukan untuk memberi nilai, tapi untuk mendampingi proses pertumbuhan. Setelah kunjungan lapangan, kami akan berdiskusi untuk perbaikan dan penguatan ke depan,” tambahnya.

Senada, evaluator asal Slovenia, Bojan Rezun, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pesona alam CPUGGp. Ia menyebutkan bahwa selama tiga hingga empat hari ke depan, tim akan melakukan visitasi ke berbagai titik penting di kawasan geopark.

“Kami akan menikmati keindahan alam di sini dan berharap bisa terus berkontribusi dalam pengembangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan bahwa CPUGGp adalah kebanggaan masyarakat Sukabumi yang telah diakui sebagai anggota UNESCO Global Geopark sejak 17 April 2018.

“Kawasan geopark ini adalah anugerah sekaligus amanah. Kami terus membangun kawasan ini secara terencana dan berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas SDM,” kata Asep.

Ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan tetap mengedepankan prinsip kelestarian—baik biodiversitas, geodiversitas, maupun keragaman budaya.