SUKABUMI – Duduk Perkara Puluhan anggota Forum Sukabumi Bergerak (FSB) terlibat aksi ricuh saat hendak melakukan audiensi dengan pihak manajemen PT Glostar Indonesia (GSI) 2 Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/5) siang.
Kericuhan terjadi tepat di depan gerbang pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Sukabumi – Cianjur, tepatnya di Kampung Kedung Gede, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang.
Aksi ini digelar FSB sebagai bentuk protes terhadap dugaan maraknya pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen karyawan, kemacetan lalu lintas di sekitar pabrik, serta ketidakjelasan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini dijalankan perusahaan.
Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi di lokasi, sekitar pukul 13.40 WIB, massa FSB tiba di depan gerbang PT GSI 2 Sukalarang. Namun sebelum berhasil masuk ke area pabrik, mereka dihadang oleh sekelompok warga yang berjaga di pintu masuk.
Aksi saling dorong dan adu mulut pun tak terhindarkan, bahkan sempat terjadi baku hantam yang mengakibatkan kerusakan pada dua kendaraan milik peserta aksi.
Situasi berhasil diredam setelah petugas Kepolisian yang berada di lokasi turun tangan melerai kedua belah pihak. Setelah situasi kondusif, perwakilan FSB akhirnya diizinkan masuk untuk berdialog dengan pihak manajemen PT GSI 2 Sukalarang.
Koordinator Aksi FSB, Muhammad Mulki kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa aksi ini dilakukan setelah pihaknya merasa tidak mendapatkan respons atas surat permohonan audiensi yang telah dikirimkan sebelumnya.
Setelah itu, FSB berencana melakukan aksi demonstrasi. Namun, sebelum melakukan pergerakan aksi, FSB melaksanakan silaturahmi dengan tokoh masyarakat.
“Tetapi, dengan berjalannya dinamika pada akhirnya kami beraudiensi. Sehingga aksi demonstrasi tidak jadi atau dibatalKan dan sudah disepakati anggota kami masuk ke PT GSI,” jelas Muhammad Mulki kepada Radar Sukabumi pada Kamis (08/05).






