Gayung bersambut, posisi Dennys yang saat ini duduk dikomisi II pun memudahkannya untuk langsung berkoordinasi dengan mitra kerjanya, dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum. Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, supaya apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi.
“Kebetulan salah satu mitra kerja saya adalah Dinas PU. Nanti saya akan bahas bersama teman-teman di komisi II dan selanjutnya kita sampaikan kepada dinas teknis. Insya Allah, aspirasi masyarakat ini akan saya perjuangkan semaksimal mungkin,” akunya.
Dennys pun mengingatkan masyarakat agar memahami masalah infrastruktur hari ini. Ia menyebut, tidak sepenuhnya jalan yang rusak dan dikeluhkan masyarakat ini adalah kewenangan perbaikannya ada pada Pemkab Sukabumi. “Jadi semua berlabuh kepada pemerintah kabupaten.
Padahal jalan itu ada yang kewenangan perbaikannya itu oleh pemerintah desa, kabupaten, provinsi dan juga pusat. Dan inilah tugas kami juga menjelaskan kepada masyarakat, agar aspirasi yang disampaikan ini tepat,” akunya.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Warungkiara, Karimullah (27) mengaku butuh dukungan dari pemerintah dan juga DPRD Kabupaten Sukabumi untuk pemberdayaan pemuda. Pasalnya saat ini, tidak sedikit pemuda yang belum mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi.
“Kami menghendaki sebuah program yang sasarannya adalah pemuda. Seperti kita ketahui bersama, saat ini bagi pria kerja di pabrik itu susah kecuali memiliki uang,” akunya.
Karim mengaku, potensi alam yang ada di Kecamatan Warungkiara saat ini tidak kalah dari daerah lainnya. Namun saja, belum ada satu pun program yang dikhususkan Pemkab Sukabumi untuk pemberdayaan pemuda.
“Kami di Desa Warungkiara sekarang ini sedang fokus mengembangkan potensi alam pada bidang wisata. Tentunya supaya berjalan dengan lancar, kami perlu dukungan dari pemerintah kabupaten,” pungkasnya. (ren)






