KABUPATEN SUKABUMI

Dosen UMMI Gelar Pelatihan Gamelan Berbasis Gamelan EduWeb

×

Dosen UMMI Gelar Pelatihan Gamelan Berbasis Gamelan EduWeb

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Satu lagi terobosan inovatif yang dihasilkan civitas akademika pada Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), yaitu Gamelan EduWeb. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan metode pelatihan yang digagas oleh Dosen Seni UMMI, Irna Khaleda Nurmeta, M.Pd.

Irna menyebutkan, kegiatan ini merupakan program BIMA Kemdikbudristek yang sumber pendanaannya dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) berlangsung akhir Oktober 2024 lalu di Sekretariat KKG Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bank bjb Tandamata

Program ini diketuai oleh Irna Khaleda Nurmeta, M.Pd dengan anggota Dr. Aiman Faiz, M.Pd dan Fathia Frazna Az-Zahra, M.T. Sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), empat mahasiswa juga turut serta dalam kegiatan ini, yang diakui sebagai rekognisi setara dengan 9 SKS.

“Pengabdian Gamelan Degung merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital dalam seni, dengan fokus pada pelatihan gamelan degung yang memanfaatkan teknologi informasi (TI) yang menghasilkan gamelan EduWeb,” kata Irna Khaleda.

Irna menjelaskan, program Kemdikbudristek yang ia inisiasi mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para guru di Sukabumi. Salah satunya adalah Marwan Gunawan, S.Pd, Gr selaku Koordinator KKG Kecamatan Cisaat sekaligus mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

“Alhamdulillah, program ini menurut yang disampaikan Bapak Marwan Gunawan, bahwa guru sangat membutuhkan keterampilan-keterampilan baru yang bisa diterapkan dalam pembelajaran,” tutur Irna.

Pelatihan gamelan degung dilatih oleh pengajar professional yaitu Otas Agustina, S.Pd,Gr yang telah memiliki banyak pengalaman dalam bidang seni. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 13 orang dari pengurus KKG Kecamatan Cisaat.

“Tujuan program pelatihan gamelan yaitu untuk meningkatkan kemampuan para guru. Dengan terus mengambil langkah-langkah strategi keberlanjutan program pengabdian pelatihan gamelan ini akan tetap relevan dan bermanfaat bagi para guru serta kelestarian seni budaya tradisional Indonesia di masa depan,” ungkap Irna.

Dewi Nurhayati, SE selaku salah satu peserta pelatihan sekaligus Pengurus KKG Kecamatan Cisaat mengapresiasi dan berterima kasih atas pelatihan gamelang degung berbasis Gamelan EduWeb tersebut.

“Terima Kasih banyak kepada Kemdikbudristek yang telah memberikan alat musik tradisional gamelan degung kepada Gugus KKG Kecamatan Cisaat yang sangat membantu dan bisa kita pelajari serta pelatihan secara gratis kepada kami. Sehingga membantu kami untuk melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal dari wilayah Jawa Barat,” kata Dewi.

Dewi mengatakan, dengan adanya pelatihan tersebut para guru dapat memberikan pendidikan kepada peserta didik untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal tentang alat musik tradisional gamelan. Sebab hal ini berkaitan dengan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tentang kearifan lokal.

“Dan ini bisa kita pelajari dengan memberikan pengetahuan kepada mereka agar mereka mencintai, mengenal tentang kearifan budaya lokal alat musik tradisional gamelan.” kata Dewi. (*)