“Tidak berhenti di situ, kami juga aktif menyalurkan bantuan benih dan calon induk unggulan agar mutu benih yang beredar semakin terjamin,” tambahnya.
Nunung menegaskan, Dinas Perikanan Sukabumi kini menggandeng mitra dari Kementerian hingga NGO seperti Komdigi dan WWF dalam rangka digitalisasi teknologi budidaya, termasuk penerapan autofeeder dan microbubble aerasi yang telah memasuki tahun kedua.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat agar ikhtiar ini terus berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi pembudidaya maupun perekonomian daerah,” tutupnya.(ndi/d)






