SUKABUMI — Upaya melakukan pendataan produksi tangkapan perikanan darat, dinas perikanan Kabupaten Sukabumi lakukan diskusi dengan komunitas pemancing di Kecamatan Cidahu.
Kegiatan yang digelar Sabtu, (14/10) kemarin itu, kata kadis Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati diikuti komunitas Pemancing Benteur Mania, komunitas Pemancing KOMPILASI, Komunitas Pemancing Nagem Bayawak Community, komunitas Pemancing Sidat Mania Sukabumi.
Kegiatan diskusi tersebut, Dinas Perikanan memfokuskan pada pendataan hasil tangkapan di perairan darat periode Maret sampai dengan September 2023.
“Kita melakukan mapping titik koordinat lokasi penangkapan ikan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia melalui penyampaian materi,” ungkap Nunung sesaat diwawancara Radar Sukabumi.
Dijelaskan Nunung, alasan diskusi bereng komunitas pemancing, hal itu karena mereka dianggap sebagai garda terdepan di lapangan, sehingga diharapkan kedepan dapat menjadi kepanjangan tangan dinas terutama dalam melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan destructive fishing dan sampah.
Terutama, kata Nunung lagi pada musim kemarau seperti saat ini banyak laporan mengenai adanya penggunaan setrum dan racun dibeberapa wilayah sungai.
“Nah makanya dinas perikanan bekerjasama dengan kecamatan dan kepolisian bersama-sama pada penanganan kegiatan itu tadi,” jelasnya.
Kabupaten Sukabumi juga saat ini, lanjut Nunung menjadi perhatian semua pihak karena dengan kondisi banyaknya sampah seperti halnya viralnya tumpukan sampah di pesisir Loji, hal tersebut tentunya harus menjadi tanggungjawab bersama, termasuk peran komunitas pemancing ikan air darat untuk dapat melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.
“Ya bisa melalui mendokumentasikan kegiatan positif seperti kegiatan bersih sungai dan pemasangan himbauan,” terangnya.
Masih kata Nunung, dari kegiatan rapat koordinasi perairan darat yang telah dilakukan diskan, sejauh ini telah terkumpul data hasil tangkapan pemancing periode Maret sampai dengan September 2023.






