CURUGKEMBAR, RADARSUKABUMI.com – Puluhan hektare tanaman padi di Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar rusak akibat serangan hama tikus. Dampaknya, para petani di wilayah ini pun terancam gagal panen.
Petani asal Kampung Cinangka, RT 4/3, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Sasmita (60) mengatakan, akibat serangan hama tikus itu, batang padi mengalami kerusakan dan berdampak pada buah yang dihasilkan tidak maksimal. Rata-rata, petani menjerit lantaran mereka gagal panen.
“Hama tikus ini menggerogoti batang padi yang rata-rata berumur tanam sekitar bulan. Banyak padi yang mati,” jelas Sasmita kepada Radar Sukabumi melalui telelepon selulernya, kemarin (7/8).
Sasmita mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar bisa mengusir tikus dari sawah. Seperti dengan menebar racun di sekeliling tanaman, membuat lobang perangkap dan membakar semak-semak di sekitar pesawahan. Namun upayanya itu belum membuahkan hasil yang maksimal. “Bahkan serangan hama ini semakin meluas. Dalam dua pekan saja, sekitar sembilan hektare lebih sawah di Kampung Pasir Bitung gagal panen karena rusak akibat serangan tikus itu,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Desa Mekartanjung, Rudi Kuswara mengatakan, di Desa Merkatanjung terdapat 420 hektare lahan pesawahan. Dari ratusan hektare tersebut, 29 hektare diantaranya teridentifikasi rusak akibat serangan hama tikus.
“Blok Cibeas Kedusunan Pasir Gede ada sekitar dua belas hektare yang rusak, Kampung Naringgul delapan hektare dan Kampung Pasir Bitung sembilan hektare yang rusak akibat serangan hama tikus itu,” jelas Rudi.
Musim panen tahun ini, sambung Rudi, para petani diprediksi akan mengalami kerugian yang cukup besar. Sebab, pertumbuhan padi mereka terhambat akibat serangan hama tikus tersebut. “Kebanyakan hama tikus ini menyerang batang padi, sehingga banyak yang mati. Sepertinya kerugian para petani kami cukup lumayan besar,” ujarnya.
Sebagai upaya meminimalisir serangan tikus itu, Rudi pun berencana melakukan upaya pemberantasan hama tikus dengan memberikan racun secara gratis kepada para petani dan juga melakukan koordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Curugkembar.
“Bila serangan tikus ini tidak segera diatasi, maka dipastikan tanaman padi di daerah ini akan gagal panen. Akibatnya, para petani mengalami kerugian besar. Oleh karenanya kami akan lakukan upaya konkret dengan menggandeng instansi terkait,” pungkasnya.
(Den/d)




