“Jumlah total siswa SMPN Cibitung itu, ada 41 orang. Pada satu perahu itu bisa muat untuk 15 orang dan hampir semua menggunakan perahu baik siswa maupun guru. Sebenarnya, kami sudah mengupayakan dengan memperbaiki perahu rusak itu. Namun tidak bertahan lama. Iya, setelah kita perbaiki paling kuat sehari atau dua hari perahu dapat berjalan normal. Nah, kesananya pasti rusak dan mogok lagi. Makanya, para siswa terpaksa mendayung perahu itu demi berangkat ke sekolah,” timpalnya.
Sebab itu, ia berharap kepada pemerintah maupun pihak swasta dapat memberikan bantuan untuk membelikan perahu demi keberlangsungan belajar para siswa di SMPN 4 Cibitung. Karena, menurutnya kualitas mutu pendidikan tidak akan berkembang pesat jika tidak di tunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Terlebih lagi, keberaradaan perahu tersebut sangat dibutuhkan dan merupakan akses tranportasi para siswa untuk berangkat dan pulang sekolah.
“Di wilayah ini, perahu itu merupakan transportasi efektif, karena wilayah geografis pemukiman warga dan lokasi sekolah berada di sepanjang aliran sungai Cikaso. Jadi, setiap harinya para siswa di SMP Negeri 4 Cibitung itu harus rela meniaki perahu yang bisa menampung 15 siswa untuk berangkat ke sekolah dengan kurun waktu selama 45 menit,” pungkasnya. (den/d)






