Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menilai ada kemungkinan karena zat bakteri sianida yang menjadi penyebab keracunan siswa tersebut. Karena di parameter ini, Labkesda Sukabumi tidak mempunyai alat untuk melakukan pemeriksaan bakteri zat sianida. “Keduanya, karena kemungkinan ini tidak ketemu, karena sampelnya yang tidak maksimal dan tidak sesuai harapan seperti itu,” timpalnya.
Sebab itu, ia meminta untuk lebih jelasnya dan memastikan kebenarannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, tengah menunggu hasil uji lab yang tengah dilakukan oleh Provinsi dan BPOM, agar hasilnya lebih valid.
“Itu mah hanya sekedar dugaan-dugaan yang ingin saya sampaikan, dan dugaan-dugaan itu sempat saya sampaikan di awal. Tapi diskusi saya hanya bertiga, dengan Kepala Labkesda dan kepala bagian pemeriksaan” pungkasnya. (den/d)






