Lanjut Edi, pengerasan jalan menggunakan satu unit alat berat dari UPTD PU (Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum) Benglat (Bidang Perbengkelan dan Alat Berat) atas intruksi pimpinan kepala dinas untuk membantu perkerasan.
“Itu dilakukan biar cepat tertangani masyarakat dua desa bisa segera menggunakan jalan itu, Allhamdulilah atas kerjasama semua pihak bisa terlaksana pemindahan jalan dari yang awal ke area lahan masyarakat,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jumat, (15/3) lalu sekitar pukul 11.30 Wib, jalan penghubung tiga desa tersebut yang juga menghubungkan kecamatan Simpenan – Warungkiara setengah bahu jalan amblas 2 meter tergerus tanah longsor dengan panjang 30 meter dan lebar 2 meter.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka, hanya saja membuat akses jalan terganggu, aktivitas masyarakat terhambat terlebih kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jalan tersebut. (ndi/d)






