SUKABUMI – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kembali menghanyutkan jembatan darurat di Desa Tarisi. Jembatan tersebut merupakan akses utama warga menuju Desa Bantargadung dan pusat kecamatan.
Kepala Desa Tarisi, H. Sutendi, mengatakan jembatan putus sekitar pukul 17.30 WIB, ketika debit air sungai mendadak meningkat. “Jembatan darurat terbawa banjir, namun tidak ada korban jiwa maupun luka,” ujarnya.
Jembatan utama sebelumnya rusak akibat longsor pada 2024. Warga kemudian membangun jembatan alternatif dari bambu dan papan secara gotong royong. Namun jembatan sementara itu kini kembali hanyut. “Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, warga membuat jembatan darurat. Tapi sekarang hanyut lagi,” kata Sutendi.
Putusnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu. Untuk menuju kecamatan atau desa tetangga, warga harus memutar melewati Desa Hegarmanah, Bantarkalong, dan Sirnajaya. “Kalau naik mobil, perjalanan bisa sampai satu jam,” tegasnya.






