WEI juga memfasilitasi pembentukan perkumpulan petani kelapa nira dengan varietas genjah yang diharapkan mampu menjembatani kebutuhan petani dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.
“Dengan adanya wadah perkumpulan bagi petani, kami bisa lebih mudah berkolaborasi dengan para stakeholder, memberi ruang berbagi antar petani terkait praktik pertanian yang baik (GAP), serta meningkatkan skala dan kualitas produksi. Ini adalah langkah strategis dalam membangun rantai nilai gula kelapa yang mensejahterakan petani dan berkelanjutan,”kata Agus, manajer Perkumpulan Kelompok Tani Kelapa Genjah Sukabumi sekaligus mengajak berbagai stakeholder yang hadir untuk berkolaborasi.
Kegiatan FFD ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terdiri dari Asisten Dua (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bidang DPMD Kabupaten Sukabumi, Kepala Bidang UMKM, Camat Surade, Danramil Surade, Kapolsek Surade, dan para kepala UPTD Pertanian se-wilayah VI Jampangkulon serta pengrajin gula kelapa SE wilayah VI.
Dalam acara ini, para peserta dapat melihat secara langsung hasil dari penerapan GAP dan penguatan kelembagaan petani kelapa nira. Demonstrasi lapangan tentang teknik budidaya yang berkelanjutan dan diskusi kelompok memberikan kesempatan kepada petani dan pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman, menciptakan sinergi yang lebih kuat ke depannya.(*)
Tentang Widya Erti Indonesia:
Widya Erti Indonesia (WEI) adalah organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup komunitas pedesaan dan marjinal melalui pendidikan dan pengembangan ekonomi. WEI bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong pencapaian SDGs di Indonesia dan dunia. Melalui berbagai program, WEI berupaya mewujudkan visi masyarakat yang terdidik, berdaya, dan terlibat dalam lingkungan sosial yang setara dan berkelanjutan.





