KABUPATEN SUKABUMI

Dedi: Jangan Pacaran di Pinggir Laut

×

Dedi: Jangan Pacaran di Pinggir Laut

Sebarkan artikel ini

Sedangkan di Kasepuhan Adat Banten Kidul yang ada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, meski lahannya sedikit, namun hasil panennya bisa dimakan lima turunan. Lantaran di Sinareami sudah memiliki kearipan lokal yang sudah membudaya di masyarakatnya.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini juga menyarankan agar di sepanjang sepadan pantai, tidak ada lagi bangunan. Sebab, laut harus bisa dilihat langsung dari jalan dan anginnya harus terasa.

Bank bjb Tandamata

“Palabuhanratu harus dibangun sistem kebudayaannya, agar orang Palabuhanratu tidak mudah mengumbar amarah. Pantainya tidak ditutup terpal hijau, tidak ditutup bangunan penginapan dan rumah makan,” papar Dedi dalam sambutan singkatnya.

Ia juga berharap, orang Palabuhanratu memiliki karakter atau identitas. Makanya ia berkinginan menghadirkan arsitek untuk mendisain bangunan yang sama dan cocok di Palabuhanratu.

Sebab, jika ingin mengalahkan Bali, kata Dedi, karakter Bali harus dicontoh. Bukan budaya atau busananya yang harus dicontoh, tapi karakternya yang kuat. Seperti, bangunannya yang sama, jangan merusak laut, jangan membuang sampah ke laut, harus bisa melindungi laut.

Tidak pacaran di pinggir laut agar terhindar dari tsunami. Sehingga jadi Palabuhanratu yang sebenarnya. Terlebih Geopark Ciletuh Palabuhanratu sebentar lagi akan menjadi Unesco Global Geopark (UGG).