KABUPATEN SUKABUMI

DBD Teror  Warga Gegerbitung

×

DBD Teror  Warga Gegerbitung

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Desa Gegerbitung saat melakukan rapat koordinasi dengan Puskesmas dan warga, mengenai pemberantasan sarang nyamuk.

Namun, pihaknya telah menolak. Lantaran, upaya pengasapan tersebut dinilai kurang epektif dalam memberantas penyakit tersebut.

“Iya, fogging itu tidak efektif lantaran hanya mematikan nyamuk dewasanya saja. Sedangkan larva dengan jentik nyamuknya tidak akan mati, makanya salah satu cara memberantas itu, dengan cara PSN,” paparnya.

Bank bjb Tandamata

Menurutnya, kasus DBD yang terjadi di wilayah tersebut, bukan DBD import, tetapi DBD karena faktor perubahan cuaca dari musim kemarau ke musin hujan.

Terlebih lagi, tingkat pemahaman masyarakat masih minim dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk itu, saat melakukan rapat koordinasi, pihaknya memberikan edukasi kepada warga, mengenai faktor apa saja yang bisa menyebabkan DBD tersebut.

Diantaranya, pot bunga dan ban bekas serta tunggul bambu yang terdapat genangan air.

“Sebab, sekarang itu nyamuk yang berpotensi membawa DBD itu, berada di genangan air bersih, bukan air kotor seperti air di comberan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gegerbitung, Dedi Saefulrohman mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut, pemerintah Desa Gegerbitung langsung melakukan rapat koordinasi dengan tim Puskesmas Kecamatan Gegerbitung terdiri dari petugas surveilans, programramer DBD, petugas kesling, pembina desa dan promkes serta tim dari pemerintah Kecamatan Gegerbitung. “Setelah itu, kami langsung melakukan survey dan investigasi kesetiap perkampungan yang diindikasikan berpotensi DBD,” katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, pihaknya menghimbau kepada seluruh warganya untuk membersihkan rumah dan pekarangan rumah dari sarang nyamuk.

Seperti, harus sering menguras bak mandi dan diberi bubuk abate untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk serta pekarangan rumah juga harus dibersihkan dari kaleng-kaleng atau benda lain yang menampung air hujan.

“Kita terus menggencarkan kebersihkan lingungan bersama warga. Seperti membersihkan tumpukan sampah organik dan non organik serta sampah lainnya yang diduga menjadi sarang nyamuk aides aigypti. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” pungkasnya. (den/d)