“Sebetulnya kemarin (Desember) terjadi tidak seperti hari ini, seperti di rumah sakit, di tamansari juga, tapi gak ada yang seperti sekarang, ini kejadian lumayan parah, ya mudah mudahan ini terakhir kalinya terjadi bencana,” paparnya.
Ditegaskan Bupati Asep Japar, sudah merencanakan ataupun membuat planning skema penanganan bencana tanah longsor yang menutup beberapa akses jalan utama, seperti di Cimapag Bantargadung dan Loji Simpenan salah satunya berkoordinasi dengan kementerian PUPR.
“Sudah direncanakan termasuk dengan PUPR dan semua, kita mulai secepatnya karena ini satu akses jalan menuju pajampangan, sehingga harus segera ada penanganan, rencananya mungkin dalam waktu dekat insya allah akan langsung eksekusi,” paparnya.
“Data yang terdampak baru sebagian, ada 18 kecamatan yang terdampak, tapi kan ini terus menerus, mudah mudahan tidak meluas atau bertambah, untuk korban sekarang lagi dilakukan upaya pencarian sama Basarnas. Sementara kita masih menunggu untuk tempat pengungsian, untuk bantuan insya allah disalurkan langsung,” tandasnya. (ndi/d).






