Cuaca Ekstrim, Distan Kabupaten Sukabumi Siagakan Personel Pengendali Hama

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi
DITINJAU : Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, saat meninjau lokasi pertanian warga di Kedusunan Pamoyanan Girang, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, menghimbau kepada seluruh petani agar meningkatkan kewaspadaannya saat cuaca ekstrim. Sebab, curah hujan dengan intensitas tinggi, selain menyebabkan terjadinya bencana alam, juga dapat berpotensi atas serangan hama dan berdampak terhadap penghasilan menurun.

Hal demikian, disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska kepada Radar Sukabumi. Bahwa, menurutnya apabila para petani tidak sigap melakukan pencegahan dini, maka serangan hama pada saat cuaca ekstrim ini sering kali menyebabkan hasil pertanian tidak maksimal. Bahkan, bisa mengancam gagal panen.

Bacaan Lainnya

“Memang pada cuaca ekstrim saat ini, selain banyak menyebabkan kerusakan pada saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian, akibat bencana tanah longsor maupun banjir, juga yang perlu diwaspadai juga adalah serangan hama,” kata Denis Eriska kepada Radar Sukabumi pada Senin (02/12).

Saat cuaca ekstrim, sambung Denis, biasanya akan berpotensi serangan hama terhadap pertanian, khususnya tanaman padi dan tanaman sayuran lainnya. Seperti cabai, bawang. Tentunya hal tersebut akan berdampak terhadap penghasilan petani.

“Jadi, saat musim hujan, cendrung kan lembab. Nah, yang jelas antisipasinya agar tanaman tidak terserang hama, maka petani harus bisa mengatur pola tanam,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada para petani pada saat cuaca ekstrim saat ini, agar memperhatikan dan memperbaiki saluran drainase pertanian secara optimal.

“Ini harus dilakukan agar air bisa lancar sampai ke lahan pertanian dan tidak menggenang. Ini tentunya akan meminimalkan dampak dari timbulnya penyakit atau hama pada tanaman,” paparnya.

Pos terkait