Cuaca Ekstrim, Dinas PU Jabar Imbau Waspadai Potensi Bencana Alam

DITANGANI : Petugas UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, saat menangani tanah longsor yang menutupi sebagian ruas jalan Nyalindung-Sagaranten, tepatnya di Kampung/Desa Cijangkar, belum lama ini.
DITANGANI : Petugas UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Sukabumi pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, saat menangani tanah longsor yang menutupi sebagian ruas jalan Nyalindung-Sagaranten, tepatnya di Kampung/Desa Cijangkar, belum lama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi, menyebabkan tebing setinggi belasan meter ambruk tergerus longsor hingga menutup sebagian badan jalan Provinsi Jawa Barat, tepatnya di ruas Jalan Raya Nyalindung – Sagaranten, Kampung Cijangkar, RT 03/RW 07, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (16/02) sore.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Achmad kepada Radar Sukabumi mengatakan, bencana tanah longsor yang terjadi sekira pukul 15.30 WIB ini, terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.

“Dampaknya, tanah dengan panjang sekitar 15 meter longsor dan menutupi sebagian akses lalu lintas di jalur tersebut,” kata Achmad kepada Radar Sukabumi pada Jumat (16/02) sore.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada bencana tanah longsor tersebut, hanya saja akses lalu lintas baik dari arah Sukabumi – Nyalindung maupun sebaliknya, terhambat karena sebagian badan jalannya tertutup material longsoran.

“TKP longsoran itu, berada di wilayah perbatasan Desa Cijangkar dengan Desa Neglasari. Untuk sementara ke dua arah jalur itu digunakan buka tutup dan saya juga sudah koordinasi dengan PU Provinsi Wilayah II,” bebernya.

Untuk saat ini, kata Achmad, kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintasi jalur tersebut dengan cara buka tutup. Meski demikian, warga dan pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan, mengingat hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut hingga pukul 18.00 WIB.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *