“Melalui koordinasi yang kuat ini, kami berharap tercipta sinergi untuk mendukung keberhasilan Reforma Agraria secara menyeluruh di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sukabumi. Fokus kami tetap pada pelayanan yang transparan dan akuntabel,” lanjutnya.
Monev ini juga membahas langkah strategis untuk mengatasi dinamika di lapangan agar target redistribusi tanah tahun anggaran 2026 dapat tercapai tepat waktu. “Dengan penguatan koordinasi ini, BPN Kabupaten Sukabumi optimistis pelaksanaan redistribusi tanah akan menjadi pendorong utama pemerataan struktur penguasaan tanah yang lebih adil bagi warga,” pungkas Wendi.(den/d)






