CIBADAK- Amukan alam akhir-akhir ini memporak porandakan Kabupaten Sukabumi. Dimulai banjir, longsor sampai kepada pergerakan tanah. Kendati demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memastikan, lahan pertanian sampai saat ini belum terdampak. Pasalnya, saat bencana lahan pertanian sedang tidak produktif.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina menjelaskan, pasca intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Sukabumi, lahan pertanian masih aman.
“Bencana yang sebelumnya terjadi di wilayah Kecamatan Cibitung, Cidolog dan yang lainnya tidak mengganggu lahan pertanian. Karena saat kejadian, lahan pertanian belum ditanami,” jelasnya kepada Radar Sukabumi.
Walaupun bencana banjir bandang yang merendam puluhan hektar lahan pertanian di Kecamatan Cibitung beberapa waktu lalu, kata Dedah, tapi tidak sampai merusak lahan pertanian. Selain itu, luapan air Sungai Cikaso itu sudah surut.
“Jadi banjir bandang itu tidak berpengaruh, disamping masa tanam belum dimulai juga banjirnya sudah surut,” sebutnya.
Kendati saat ini belum ada kerusakan lahan pertanian, Dedah berjanji akan terus melakukan pemantauan ke setiap daerah, karena saat ini intensitas hujan cukup tinggi dan sewaktu-waktu dapat mengancam lahan pertanian.
“Kami terus melakukan pemantauan, termasuk jika terjadi bencana,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengungkapkan, saat bencana lalu, puluhan hektar lahan sawah terendam banjir bandang.
Namun, saat terjadi banjir lahan pesawahan belum memasuki masa tanam atau panen sehingga tidak mengakibatkan kerugian. “Kalau kerugian sepertinya tidak ada, karena padinya juga belum ditanam. Kalau kerusakan, hanya seperti tanggul dan batas-batas pesawahan memang terjadi,” pungkasnya (cr15).





