Pihaknya mengaku, dalam waktu dekat ini ia akan melakukan survai kembali ke lokasi proyek untuk memperbaiki saluran drainase tersier yang rusak tersebut. “Untuk rencana perbaikan itu, Insya Allah akan segera dilakukan. Kalau tidak Jumat (05/07) pasti kami lakukan perbaikannya pada Sabtu (06/07),” bebernya.
Pembangunan saluran drainase di wilayah kampung tersebut, kata Arif, telah menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) tahap I tahun 2014 dengan besar anggaran sebanyak Rp 60.917.000.
“Pengerjaannya itu 30 hari kerja. Dikerjakan oleh TPK Desa, jadi memang isu yang berkembang di masyarakat itu, dikontraktualkan. Nah, sebenarnya itu hanya untuk mengurangi gangguan-gangguan saja dilapangan,” ujarnya.
Ketika disinggung mengenai faktor penyebab kerusakan pembangunan drainase tersier. Arief menjawab, bahwa hal tersebut terjadi karena berbagai faktor. “Sebab bangunan rusak, itu mungkin satu karena faktor cuaca bisa, keduanya mungkin karena faktor kekurangan bahan atau semen,” paparnya.
“Di situ memang ada yang kurang, tapi bukan kurang belanja yah itu, karena kurang kontrol di lapangan aja, soalnya ada semen sisa dari pembangunan drainase di wilayah itu, sebanyak 15 sak itu, kita sumbangkan ke wilayah RW lain atau dialihkan untuk pembangunan jalan rambat beton menuju pemakaman,” pungkasnya. (Den)






