Dampak dari pembangunan proyek yang rusak tersebut, kata Jaja, kini warga di wilayah kampung tersebut, merasa khawatir drainase tersebut, dapat jebol atau ambruk hingga merusak rumah penduduk. “Dampaknya itu kan, di bawah drainase itu ada pemukiman warga. Nah, takutnya jebol kalau nggak dibenerin jebol ke wilayah RT 3, di sana ada 9 KK yang terancam longsor. Apalagi, sekarang lagi musim hujan,” tukasnya.
Masih ditempat yang sama, seorang warga Kampung Mangkalaya, RT 01 dan RT 02/RW 05, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Ujang Saepudin (53) mengatakan, ia merupakan salah satu warga di RT 02 memiliki hak dan kewajibanya untuk menanyakan perihal anggaran pembangunan drainase.
Namun, berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi pembangunan draniase tersebut, tertera bahwa anggarannya telah menghabiskan sekitar Rp60 juta dengan total luas volume sekitar 90 meter persegi. “Tapi, anggaran yang begitu besar hasilnya tidak memuaskan. Bahkan, belum juga satu bulan selesai pembangunannya, sekarang sudah rusak lagi,” jelasnya.
Ia bersama warga lainnya, merasa khawatir jika musim hujan turun dengan intenaitas tinggi, air dari saluran drainase tersebut, meluap ke rumah warga. Lantaran, dibahwa lokasi pembangunan proyek terdapat sejumlah rumah penduduk.
“Itu pernah kejadian sekitar tahun 2009 lalu, airnya sampai meluap ke rumah ibu saya yang ada di bawah, sampai jebol dinding rumahnya juga. Itu tanah dari kebun masuk semua ke dalam rumah,” tandasnya.
Untuk itu, ia selaku warga berharap agar pemerintah Desa Cibolang dapat kembali memperbaiki pembangunan drainase tersebut. “Itu kan dibawahnya gak di cor, kalau arus airnya deras, jangan kan satu tahun satu, dua bulan juga udah hancur, jika ada arus deras. Maka otomatis pondasinya akan ambruk,” imbuhnya.
“Harapan warga pengen diperbaiki secara maksimal, bukan hanya pembangunan secara sepintas aja, tapi untuk jangka panjang,” timpalnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cibolang, Arif Agung Gumelar kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa pembangunan saluran drainase tersier tersebut, telah mendapatkan protesan dari warga setempat.
“Intinya terkait keluhan warga perihal kegiatan yang kemarin itu, kita sudah koordinasi dengan pihak kecamatan, bahwa statmen dari pihak kecamatan itu bukan mengurangi volume atau tidak dikerjakan, tetapi itu cuman untuk diperbaiki,” jelasnya.






