KABUPATEN SUKABUMI

Begini Reaksi Bupati Sukabumi Soal 11 Korban TPPO Jadi Operatur Judol di Myanmar

×

Begini Reaksi Bupati Sukabumi Soal 11 Korban TPPO Jadi Operatur Judol di Myanmar

Sebarkan artikel ini
Bupati Sukabumi Marwan
Bupati Sukabumi Marwan Hamami

SUKABUMI – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, akhirnya angkat bicara terkait 11 warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Negara Myanmar.

Ke 11 warga korban TPPO yang diduga dipekerjakan sebagai scamer online atau operator judi online ini, diketahui berasal dari Desa Kebonpedes dan Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, serta warga dari Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas.

Bank bjb Tandamata

Orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini, mengaku dilema. Lantaran, belasan warga yang sempat dikabarkan disekap di negara Myanmar itu, telah berangkat untuk bekerja ke luar negeri tersebut, menggunakan jalur ilegal.

“Itu memang saudara-saudara kita yang menjanjikan yang harusnya kita ingatkan, tapi bagaimana yah, pemerintah itu tidak tahu juga, karena kalau lewat jalur resmi itu jelas, gak mungkin kita ngirim ke Myanmar. Karena, Negara Myanmar lebih susah dari kita,” kata Marwan saat diwawancarai sejumlah media usai kegiatan peluncuran beasiswa Bupati Sukabumi di Auditorium UMMI pada Jumat (20/09).

Meski demikian, Marwan mengaku sudah berupaya maksimal untuk menyikapi persoalan warganya yang menjadi korban TPPO di Kabupaten Sukabumi tersebut. Salah satunya, melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas terkait.

“Sudah kita lakukan lewat dinas untuk membantu dan menelusuri persoalan-persoalan, terutama juga dengan pengirim tenaga kerja, mungkin karena ilegal. Yakin gak mungkin lah direkomendasi tenaga kerja-tenaga kerja seperti itu,” tukasnya.

Untuk mengantisipasi kasus serupa, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai program inovasi. Diantaranya, menciptakan desa unggul yang dimaksudkan agar mereka mempunyai pendidikan yang baik.

“Kemudian potensi pariwisata yang dimiliki kita itu, bisa memberikan ruang kepada mereka. Tetapi memang prosesnya tidak mudah, dan mereka juga bekerja di Myanmar itu rata-rata jadi operator judi kalau ga salah,” tukasnya.

Sebab itu, Marwan mengimbau kepada seluruh warganya, agar tidak terbujuk rayu dan tergiur dengan iming-iming yang tidak jelas, apabila ada yang mengajak bekerja keluar negeri dengan upah yang menggiurkan. Terlebig, jika proses pemberangkatannya menggunakan jalur tidak resmi atau ilegal.

“Buat masyarakat hati-hati, pekerjaan di kita banyak lah, tapi kalau bekerja yang mudah-mudah saja susah,” pungkasnya. (Den)