Bangunan SDN Nagrak Memprihatinkan

  • Whatsapp

NAGRAK– Ratusan siswa SDN Gudang Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak terpaksa harus belajar dibawah ancaman atap gedung yang sudah memprihatikan. Betapa tidak, kondisi ruang sekolah yang disangga dengan bambu membuat murid di sekolah tersebut tidak merasa nyaman saat menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Berdasarkan informasi yang diketahui koran ini, kondisi tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. Namun, hingga kini pemerintah belum juga ada niat untuk membantu pembangunan SDN tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Sekolah SDN Gudang, Tatang Mulayana mengatakan, kondisi ruang kelas yang nyaris roboh, digunakan ratusan murid dengan cara bergantian. Jika hujan, murid diungsikan ke ruang serba guna yang dipake untuk berbagai kegiatan sekolah.

“Kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan yang parah itu ada dua kelas, keruskan yang hampir ambruk sudah berlangsung cukup lama, dan belum ada perbaikan,” kata Tatang.

Lebih lanjut Tatang mengatakan, sekolah tersebut mengalami kerusakan parah sejak 2015 lalu. Mirisnya lagi, kondisi kelas yang sudah menghawatirkan itu masih tetap digunkan meski mengancam keselamatan murid ketika melaksankan KBM.

“Pada 2015, keruskan mulai terlihat, untuk mengantisipasi atap disangga menggunakan bambu, paling parah ketika musim hujan, murid terpaksa harus mengungsi ke ruang serba guna,sejak 2017 dua kelas yang dinilai rusak parah tidak kami gunakan lagi. Sebab, kami takut sewaktu-waktu bisa roboh,” ungkapnya.

Pihaknya, tak henti terus berupaya untuk mengajukan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) kepada dinas terkait. Namun, hingga saat ini masih belum ada tanggapan serius.

“Kami selalu mengajukan kepada dinas terkait untuk pembangunan RKB. Tapi, masih balum ada kejelasan kapan bantuannya turun, ” ujarnya.

Guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya berharap pemerintah secepatnya turun tangan untuk segera mengucurkan bantuan RKB. Soalnya, kondisi ruang kelas sudah rusak berat. Sehingga, jika masih digunakan dikhawatirkan ambruk.

“Kami harap, pemerintah bisa segera memberikan bantuan untuk pembangunan demi kelancaran dan kenyamanan dalam proses KBM,” harapnya.(cr16/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *