“Ketertiban umum adalah tanggung jawab bersama. Bahu jalan bukan untuk usaha, melainkan hak pengguna jalan. Kami sudah ikat komitmen ini bersama pelaku usaha,” tegasnya.
Hasil pantauan selama sepekan terakhir menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup tinggi. Lingkungan usaha di Sukalarang kini lebih rapi, aman, dan tidak lagi mengganggu lalu lintas.
“Ini bukti bahwa pendekatan humanis bisa menghasilkan perubahan. Pelaku usaha mengikuti arahan, masyarakat merasa nyaman, dan Sukabumi makin tertib,” pungkas Ali.(ndi/d)




