Bagi Baldatun Santuni Anak Yatim Adalah ‘Obat’ Dikala Pandemi

  • Whatsapp
Ade Dasep
Ade Dasep saat melakukan santunan 57 anak yatim usai jumling di ke 58 Desa ke 40 Masjid Jami Almuamanah Desa Bojong Kecamatan Cikembar, Jumat (01/10/2021).

SUKABUMI — Hampir setiap hari Jumat Baldatun center mendatangi masjid-masjid yang ada di Dapil III Kabupaten Sukabumi. Selain melakukan Wakaf Alquran, lembaga yang didirikan oleh Ade Dasep Zaenal Abidin ini juga tak terlewat untuk menyantuni anak-anak yatim binaan di setiap Desa yang ada di enam Kecamatan.

Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun center, Ade Dasep Zaenal abidin menjelaskan alasan kenapa Baldatun Center hanya menyantuni anak yatim saja tidak fakir miskin dan jompo. Menurutnya, fakir miskin dan jompo serta anak-anak terlantar sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah, sementara anak yatim di Negara Indonesia belum tersentun oleh Negara.

Bacaan Lainnya

“Ingat, bahaya kita kalau mengatakan anak yatim sebagai anak terlantar. Yatim bukan anak terlantar. Makanya Baldatun fokus menyantuni anak yatim karena mereka belum tersentuh oleh aturan. Negara hanya menjamin fakir miskin dan anak terlantar, “jelas Ade Dasep saat melakukan jumling di ke 58 Desa ke 40 Masjid Jami Almuamanah Desa Bojong Kecamatan Cikembar, Jumat (01/10/2021) usai menyantuni 57 Anak yatim.

Menurutnya, Ketika menolong anak Yatim sebetulnya bukan kita sedang menolong mereka, tetapi kita sedang menolong diri kita sendiri dihadapan Allah. Siapa yang melapangkan orang yang sulit dan susah, maka allah akan memberikan kelapangan kepada yang melapangkan.

Siapa yang melepaskan seorang muslim dari satu kesulitan, kesusahan dunia, maka allah akan melepaskan satu kesusahan huru hara pada hari kiamat. Sama halnya, ketika kita menolong dan menyantuni anak yatim. Sebetulnya kita sedang menyantuni diri kita sendiri dihadapan Allah.

“Bagi Baldatun menyantuni anak yatim adalah obat dikala pandemi covid-19 ini, karena berdasarkan hadist salah satu cara yang dicontohkan untuk sembuh dari sebuah penyakit adalah dengan bersedakah. Maka berobatlah dengan Sedekah. Selain itu amal sedekah adalah amal yang pertama kali terlihat setelah meninggal. Makanya berdasarkan hadist ketika orang yang mati, permintaanya adalah dibangunkan kembali meski sebentar hanya untuk bersedekah,”jelasnya.

Sekeras-kerasnya batu akan pecah dengan air, tetapi ketika hati yang keras sekeras batu, hanya satu yang bisa mengobatinya yakni dengan bersedekah dan menyantuni anak yatim. Menurutnya, ketika menyantuni anak yatim ada sebuah getaran dalam hati yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Apalagi ketika mengusap kepala anak yatim ada sebuah energi yang luar biasa.

“Saya ingin dekat dengan Rosul saat nanti, makanya saya lakukan santunan anak yatim. Ada 1800 binaan anak yatim baldatun saat ini, itu semata sebuah janji saya kepada diri sendiri dan masyarakat dapil III untuk berpihak kepada anak yatim, “terangnya.

Bagi dirinya, harta adalah pemberian Allah. Kalau kita takut kepada allah maka dirinya yakin Allah akan membukakan rizki yang tidak disangka-sangka, namun ketika kita takut harta kita habis maka allah akan tutup harta yang sudah disangka-sangka. Oleh karena itu dirinya berjanji jika ada anak yatim yang membutuhkan maka dirinya akan selalu siap membantu.

“Sudah tekad saya, ketika ada anak yatim binaan yang sakit hingga sakit keras saya akan biayanyi meskipun sampai harta saya habis, itu tekad saya, “terangnya.

Bahkan, selain memberikan beasiswa kesehatan bagi anak yatim binaan, baldatun juga sudah menjalankan program beasiswa pendidikan bagi anak yatim yang akan melanjutkan sekolah. Hal itu dilakukan mengingat sedekah dan menyantuni anak yatim adalah harapan terakhir umat muslim ketika ilmu tidak cukup bermamfaat, anak yang soleh tidak ada, maka harapan terakhir yang menaungi diri kita adalah dengan sedekah.

“Selain Wakaf Alquran yang saat ini sudah mencapai 3.308 Alquran, menyantuni anak yatim adalah investasi akhirat baldatun center dan para pengurus. Saya yakin hanya dengan menyantuni Anak yatim masyarakat bisa makmur akibat makmurnya anak yatim. Dan tentunya Masyarakat bisa merasakan Barokah setelah menjalankan petunjuk Allah dalam kitab Suci Alquran, karena kebarokahan tidak akan terjadi ketika kita tidak tau cara mendapatkanya, mari budayakan baca faham dan Amal Alquran, “tukasnya.

Diketahui, Saat ini Kabupaten Sukabumi memiliki Visi religius, maju, dan inovatif menuju masyarakat sejahtera lahir batin. Visi tersebut didukung empat misi untuk memajukan Kabupaten Sukabumi. Misi pertama ialah membangun sumber daya manusia yang beriman, berbudaya dan berdaya saing.

Untuk menunjang hal tersebut, Balad Ade Dasep Siap Turun (Baldatun Center) ikut membantu membumikan visi yang digagas oleh Bupati dua priode Marwan Hamami dan Iyos Soemantri. Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin mengatakan, apa yang dicita-citakan oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini, tentunya adalah cita-cita bersama termasuk baldatun center guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *