SUKABUMI – Ambisi Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi untuk memperluas akses air bersih bagi 60.000 pelanggan kini menghadapi ujian serius. Proyek strategis pemasangan jaringan pipa dari RS Sekarwangi Cibadak hingga Cikembar, yang digadang-gadang sebagai solusi distribusi air bersih, menyisakan catatan kritis setelah sebuah bus angkutan umum terperosok ke lubang bekas galian pipa.
Insiden tersebut menjadi alarm keras terkait standar keamanan pengerjaan proyek di jalur padat logistik. Dugaan sementara menyebutkan tanah urugan pasca-pemasangan pipa belum mencapai kepadatan sempurna, sehingga amblas saat menerima beban tonase berat kendaraan.
Direktur Utama PDAM TJM, H. M. Kamaludin Zen, melalui Tenaga Ahli Humas dan Hukum, Kompol (Purn) Sunarya Ishak, menyampaikan keprihatinan mendalam. “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kru bus, penumpang, dan masyarakat. Kami menyadari aktivitas ini mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya, Minggu (15/02/2026).
Sebagai langkah cepat, PDAM menginstruksikan kontraktor pelaksana untuk melakukan evakuasi dan penguatan area galian. Audit teknis kini dilakukan di seluruh titik pengurugan sepanjang jalur proyek guna memastikan pemadatan sesuai standar keamanan transportasi.
Proyek ini bukan sekadar penanaman pipa biasa. Ia adalah bagian dari percepatan distribusi air bersih untuk puluhan ribu warga Sukabumi. Namun, jalur Cibadak–Cikembar yang menjadi lokasi proyek adalah urat nadi ekonomi dengan volume kendaraan berat yang tinggi.




