Sebagai perempuan, dirinya sangat terinspirasi atas apa yang sudah diperjuangkan Raden Ajeng Kartini untuk perempuan di Indonesia. Walupun mempunyai karir, tetapi tidak berarti meninggalkan kewajiban kita sebagai istri atau ibu yang memiliki kewajiban di rumah.
“Perjuangan RA Kartini dulu bagaiamana perempuan saat itu bisa mengenyam pendidikan yang sama. Dan bisa merasakan kesetaraan dalam berbagai bidang seperti kaum pria. Semangat itu tetap sama sampai dengan sekarang, hanya saja tantangan Kartini zaman sekarang berbeda,” pungkasnya. (upi/d)






